LDK 2010 dimulai tanggal 29-31 oktober 2010.
Pesertanya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa tingkat 1 jurusan kesehatan lingkungan.
Gw dapet tugas sebagai sie P3K. ternyata ga mudah yaa.. Banyak banget yang tepar dan pingsan. Ada yang kesurupan juga lagii.. fiuuhhh..!! Padahal baru sampe dan acara nya juga belum di mulai. Ada yang asma lahh, ada yang paru-paru basah lahh.. Ada yang muntah-muntah terusss... enek banget deh pokoknya. Apalagi kayaknya gw kebagian nemenin Maba yang mau muntah muluu.. Ketularan enek gw lama-lama.
Tapi banyak manfaatnya juga kok dari acara ini dan dari tugas yang sebenernya nguras tenaga banget. Gw jadi tahu gimana caranya nanganin yang kesurupan, ngeliat aslinya orang kesurupan tuhh sebenernya gimana sihh?? cara ngadepin yang pingsan. Menahan diri biar ga ikut-ikutan muntah.
Banyak dehh pokoknya..
hari ini gw baru pulang dari LDK. Baruuu banget..
Rasanya capeekk, kenyang, pengen tidurr..
tapi yahh seneng juga sihh..
mana besok ada UTS PMM sama PU lagi.
mudah-mudahan gw bisa belajar cepet. and bisa cepet masuk ke otak gw tuh materi.
Aminn.
Semangat Turuusss.. !!!!
go.. nikenn.. go..go niken.. awww...
*keinget yel-yel brandonizer,hee..*
Minggu, 31 Oktober 2010
Rabu, 06 Oktober 2010
nasib anak bus kota
Beberapa hari yang lalu waktu ujan deress, gw ga bisa pulang. Otomatis gw bertahan di dalem kampus. Tapi setelah ujan reda, macatnyaaa gilaa-gilaaann. lebih parah yang ke arah Ciledug. keneknya minta bayaran 5000. Padahal biasanya 2000 juga! Tapi untung gw ga naek itu. gw naek bus jurusan Blok M-Bintaro. Bayarannya untung tetep sama. Cumaa macetnya itu, Paraahhh banget! mana berdiri lagi. Perut sakit pula. 2 jam ada kalii..
Tapi ga apa-apa. Asik juga sekali-kali. and semoga ga terulang lagi.
Hari ini 6 Oktober 2010, gw pulang naek angkot 06, bareng temen outish gw tuyul alias yuliyana. Gw pulang lewat kali Jelawe setelah ujan deress. Ga taunyaa banjirr.. Terpaksa buka sepatu and kaos kaki. Lumayan nyoba banjir-banjiran bareng tuyul.
thanks ya tuyul. Udah mo sabar kebanjiran sama gw. padahal sebenernya bisa lewat RSPP.
hehee..
Tapi ga apa-apa. Asik juga sekali-kali. and semoga ga terulang lagi.
Hari ini 6 Oktober 2010, gw pulang naek angkot 06, bareng temen outish gw tuyul alias yuliyana. Gw pulang lewat kali Jelawe setelah ujan deress. Ga taunyaa banjirr.. Terpaksa buka sepatu and kaos kaki. Lumayan nyoba banjir-banjiran bareng tuyul.
thanks ya tuyul. Udah mo sabar kebanjiran sama gw. padahal sebenernya bisa lewat RSPP.
hehee..
Kamis, 23 September 2010
Kerennya Outish
Kemarinn, 23 september 2010 temen-temen outish kuu berhasil meraih prestasi jadi mahasiswa terbaik. Kereennnyaaa... Saluut dehh buat mereka semua. Dengan itu, mereka berhasil membuktikan, kalo mereka ga cuma bisa jadi orang gila. Tapii.. juga bisa buat temen-temennya bangga sama mereka. it's so cooll..
GOOD JOB!!
Congratulation!!
keep smiling and be GREAT!! like them..
GOOD JOB!!
Congratulation!!
Selamat ya buat AYOE feat MESYONGAkuu bangga punya temen kalian..Teruss semangat yahh outish. rekrut terus orang yang banyak, supaya ketularan. haa..
keep smiling and be GREAT!! like them..
Sarah McLachlan-Angel Lyrics
|
Kutu Ayam
Kutu Ayam
Kutu ayam temasuk ke dalam ordo Mallophaga atau kutu penggigit, merupakan kelompok serangga yang lebih besar daripada kutu pengisap, seluruhnya meliputi 2600 spesies. Pada umumnya, kutu pengunyah adalah parasit unggas yang beroperasi pada permukaan tubuh unggas tersebut, akan tetapi ada juga beberapa spesies yang terdapat pada mamalia. Meskipun secara lahiriah serangga ini memiliki persamaan dengan kutu pengisap, namun bagian-bagian mulut dan kebiasaan makan pada kedua kelompok ini ternyata tidak sama, dan hubungan kekerabatan antara keduanya pun belum begitu jelas. Beberapa ahli ada yang menganggap bahwa kutu pengunyah yang sekarang, merupakan hasil evolusi dari cikal bakal yang menjalani kehidupan bebas yang mengingatkan akan kutu buku yang lambat laun mengalami proses penyesuaian terhadap kehidupan yang bersifat parasit. Kutu pengunyah telah mangalami penyesuaian dengan kehidupan di sela-sela bulu tuan rumah mereka, dilihat pada bagian punggung dan bawah tubuh, akan tertapi sungguh mengejutkan bahwa tungkai mereka tidak begitu kokoh dan kuat, lagipula tidak menyandang cakar sekuat cakar kutu pengisap, meskipun dari hasil penelitian sudah terbukti bahwa peralatan mereka sangat efisien untuk tugas yang harus dipikul oleh alat-alat tersebut.
II.2
Kutu ayam mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Daur hidup kutu ayam dari telur, larva, nimfa (bentuk dewasa muda). Daur hidup kutu ayam dimulai dari telur hingga dewasa. Proses ini terjadi di tubuh ayam. Serangga ini membutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu dari menetas hingga menjadi dewasa dan dapat menghasilkan beberapa generasi selama satu tahun. Kutu betina dapat menghasilkan 50-300 telur pada bulu dari hospes.
II.3 Penyebaran
Unggas biasanya menjadi hospes beberapa kutu pada waktu yang bersamaan. Kutu dari spesies tertentu dapat ditemukan pada jenis unggas yang lain melalui kontak fisik secara langsung. Seperti kutu ayam yang merupakan ekstoparasit yang dapoat berkembang biak dengan baik apabila sanitasi dan kebersihan kandang ayam tidak dijaga.
Pada umumnya kutu ayam tidak pernah mau meninggalkan tubuh induk semangnya, tetapi ia dapat berpindah dari ayam satu ke ayam yang lain, terutama dari ayam tua ke ayam yang masih muda. Kutu jarang ditemukan pada peternakan ayam yang intensif.
II.4 Kebiasaan
Kutu ayam memakan sel-sel epitel induk semang. Serangga memakan ketombe kering, bulu, atau kulit yang mengelupas. Jika berlangsung terus-menerus, akan mengakibatkan iritasi. Iritasi yang terus-menerus pada ayam akan menyebebkan ayam menjadi tidak tenang dan dapat mengakibatkan kelemahan umum. Sehingga ayam menggaruk dan mematuk kutu atau kulit yang mengalami iritasi. Inilah yang menyebabkan bulu ayam manjadi kering dan berdiri.
Kutu biasanya menghabiskan seluruh waktu hidupnya pada hospes. Telur akan diletakkan (melekat) pada bulu dan biasanya bergerombol. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 4-7 hari.
II.5 Umur
Waktu hidup normal kutu dapat mencapai beberapa bulan, namun di luar tubuh hospes, kutu hanya dapat hidup selama 5-6 hari.
II.6 Pengaruh Terhadap Produksi
Ayam yang terserang kutu dapat mengalami penurunan produksi telur sebesar 10%, bahkan pada infestasi berat penurunan produksi telur dapat mencapai 20%. Infestasi kutu yang berat dapat juga mempengaruhi konsumsi pakan dan selanjutnya dapat mengakibatkan penurunan berat badan pada ayam.
I. Morfologi
Terbagi dalam 3 bagian:
a. Kepala
- Kepala yang lebar (paling sedikit sama lebar dengan thorax)
- Terdapat mandibula yang mengeras dan berpigmen
- Antenanya pendek dan terdiri dari 3-5 ruas
- Matanya menyusut menjadi kecil atau kadang- kadang tidak ada
- Pada bagian ventral kepala terdapat mulut yang mempunyai gigi.
- Tipe mulut untuk mengunyah
b. Dada (Thorax)
- Terdapat 3 pasang kaki yang melekat pada toraks
- Perluasan pada thorax tidak jelas
c. Abdomen
- Ada 6 pasang spirakel perut tetapi bila ada persenyawaan, ruas-ruas perut jumlahnya kurang dari 6 pasang
• Memiliki warna tubuh kuning pucat, dan banyak terdapat pada tangkai bulu ayam.
• Tubuh kecil
• Kutu jantan memiliki panjang tubuh 1,71 mm, sedangkan kutu betina 2,04 mm.
• Tidak mempunyai sayap
• Tubuhnya gepeng dorsoventral
• Tidak mempunyai cerci
• Terdapat tarsi 1-2 ruas
II. Sisterm Reproduksi
Kutu ayam tidak termasuk ke dalam serangga yang hermaprodit (memiliki alat kelamin ganda). Sehingga serangga termasuk jenis serangga DIOECIUS (yang hanya memiliki 1 alat kelamin tiap individu). Kutu betina dapat menghasilkan 50-300 telur pada bulu dari hospes.
III. Peranan
V.1 Peranan Terhadap Manusia
Kutu ayam sangat merugikan bagi manusia. Terutama para peternak ayam. Karena ayam yang terserang oleh kutu biasanya mengalami penurunan produksi telur sekitar 10%, bahkan bisa mencapai 20%. Penurunan produksi telur tersebut akan mempengaruhi kuantitas telur ayam yang akan dijual dan tentunya penghasilan yang didapat oleh para peternak ayam pun akan mengalami penurunan.
V.2 Peranan Terhadap Kesehatan
Spesies ini sebenarnya tidak berpengaruh langsung pada kesehatan masyarakat, namun dapat mempengaruhi kesehatan ayam. Membaut hewanini menjadi kurus, jumlah telur menurun, mati karena penyakit unggas yang banyak ragamnya, sehingga produktivitas juga ikut menurun.
VI. Pengendalian
Pengendalian terhadap kutu ayam membutuhkan pemberian insektisida, dan dianjurkan yang tidak bersifat racun baik bagi ayam maupun bagi manusia. Obat-obatan insektisida yang digunakan harus sanggup membunuh serangga berbagai spesies, tanpa menimbulkan resisten. Pengobatan biasanya dilakukan dengan interval 7-10 hari dan biasanya obat yang diberikan hanya efektif untuk kutu dewasa dan muda. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pengobatan ulang diperlukan untuk mengatasi kutu yang baru berkembang setelah pengobatan yang pertama. Pengobatan dengan insektisida akan lebih efektif jika infestasi kutu masih ringan dan hanya menyerang sejumlah kecil ayam dalam suatu populasi tertentu.
Selain itu dengan menggunakan insektisida, sanitasi yang ketat pada kandang ayam perlu dilakukan untuk menghilangkan bulu atau bahan lain yang menjadi sumber kutu. Pengamatan terhadap adanya kutu pada ayam perlu dilakukan secara periodik untuk mencegah agar kutu tidak meluas pada seluruh ayam dalam kandang.
Penanggulangan kutu ayam sebagai ektoparasit dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. Menggunakan Caumaphos 0,25% sebanyak 0,8-1 galon untuk 100 ekor ayam, dengan cara semprotan.
2. Menggunakan Carbaryl dengan dosis 6,25 gr yang dilarutkan dalam 3 liter air untuk 33 ekor ayam, dan cukup efektif dengan cara dipping atau pencelupan/ memandikan ayam.
3. Menggunakan Malathion, dengan dosis serbuk malathion 4-5% satu pound tiap satu ekor ayam. Jika dalam semprotan memerlukan dosis 0,5% untuk satu galon air untuk satu ekor ayam.
4. Untuk mengatasi kutu ayam yang menempel di sisik-sisik kaki, rendam kakai dengan minyak tanah.
5. Cat tempat bertengger dan dinding kandang dengan carboleneum atau minyak anthresene.
6. Cara tradisional dengan air larutan tembakau yang dioleskan pada tempat kutu-kutu.
7. Olesi bulu atau tempat yang menjadi sarang kutu dengan nicotin sulfa.
Kutu ayam temasuk ke dalam ordo Mallophaga atau kutu penggigit, merupakan kelompok serangga yang lebih besar daripada kutu pengisap, seluruhnya meliputi 2600 spesies. Pada umumnya, kutu pengunyah adalah parasit unggas yang beroperasi pada permukaan tubuh unggas tersebut, akan tetapi ada juga beberapa spesies yang terdapat pada mamalia. Meskipun secara lahiriah serangga ini memiliki persamaan dengan kutu pengisap, namun bagian-bagian mulut dan kebiasaan makan pada kedua kelompok ini ternyata tidak sama, dan hubungan kekerabatan antara keduanya pun belum begitu jelas. Beberapa ahli ada yang menganggap bahwa kutu pengunyah yang sekarang, merupakan hasil evolusi dari cikal bakal yang menjalani kehidupan bebas yang mengingatkan akan kutu buku yang lambat laun mengalami proses penyesuaian terhadap kehidupan yang bersifat parasit. Kutu pengunyah telah mangalami penyesuaian dengan kehidupan di sela-sela bulu tuan rumah mereka, dilihat pada bagian punggung dan bawah tubuh, akan tertapi sungguh mengejutkan bahwa tungkai mereka tidak begitu kokoh dan kuat, lagipula tidak menyandang cakar sekuat cakar kutu pengisap, meskipun dari hasil penelitian sudah terbukti bahwa peralatan mereka sangat efisien untuk tugas yang harus dipikul oleh alat-alat tersebut.
II.2
Kutu ayam mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Daur hidup kutu ayam dari telur, larva, nimfa (bentuk dewasa muda). Daur hidup kutu ayam dimulai dari telur hingga dewasa. Proses ini terjadi di tubuh ayam. Serangga ini membutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu dari menetas hingga menjadi dewasa dan dapat menghasilkan beberapa generasi selama satu tahun. Kutu betina dapat menghasilkan 50-300 telur pada bulu dari hospes.
II.3 Penyebaran
Unggas biasanya menjadi hospes beberapa kutu pada waktu yang bersamaan. Kutu dari spesies tertentu dapat ditemukan pada jenis unggas yang lain melalui kontak fisik secara langsung. Seperti kutu ayam yang merupakan ekstoparasit yang dapoat berkembang biak dengan baik apabila sanitasi dan kebersihan kandang ayam tidak dijaga.
Pada umumnya kutu ayam tidak pernah mau meninggalkan tubuh induk semangnya, tetapi ia dapat berpindah dari ayam satu ke ayam yang lain, terutama dari ayam tua ke ayam yang masih muda. Kutu jarang ditemukan pada peternakan ayam yang intensif.
II.4 Kebiasaan
Kutu ayam memakan sel-sel epitel induk semang. Serangga memakan ketombe kering, bulu, atau kulit yang mengelupas. Jika berlangsung terus-menerus, akan mengakibatkan iritasi. Iritasi yang terus-menerus pada ayam akan menyebebkan ayam menjadi tidak tenang dan dapat mengakibatkan kelemahan umum. Sehingga ayam menggaruk dan mematuk kutu atau kulit yang mengalami iritasi. Inilah yang menyebabkan bulu ayam manjadi kering dan berdiri.
Kutu biasanya menghabiskan seluruh waktu hidupnya pada hospes. Telur akan diletakkan (melekat) pada bulu dan biasanya bergerombol. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 4-7 hari.
II.5 Umur
Waktu hidup normal kutu dapat mencapai beberapa bulan, namun di luar tubuh hospes, kutu hanya dapat hidup selama 5-6 hari.
II.6 Pengaruh Terhadap Produksi
Ayam yang terserang kutu dapat mengalami penurunan produksi telur sebesar 10%, bahkan pada infestasi berat penurunan produksi telur dapat mencapai 20%. Infestasi kutu yang berat dapat juga mempengaruhi konsumsi pakan dan selanjutnya dapat mengakibatkan penurunan berat badan pada ayam.
I. Morfologi
Terbagi dalam 3 bagian:
a. Kepala
- Kepala yang lebar (paling sedikit sama lebar dengan thorax)
- Terdapat mandibula yang mengeras dan berpigmen
- Antenanya pendek dan terdiri dari 3-5 ruas
- Matanya menyusut menjadi kecil atau kadang- kadang tidak ada
- Pada bagian ventral kepala terdapat mulut yang mempunyai gigi.
- Tipe mulut untuk mengunyah
b. Dada (Thorax)
- Terdapat 3 pasang kaki yang melekat pada toraks
- Perluasan pada thorax tidak jelas
c. Abdomen
- Ada 6 pasang spirakel perut tetapi bila ada persenyawaan, ruas-ruas perut jumlahnya kurang dari 6 pasang
• Memiliki warna tubuh kuning pucat, dan banyak terdapat pada tangkai bulu ayam.
• Tubuh kecil
• Kutu jantan memiliki panjang tubuh 1,71 mm, sedangkan kutu betina 2,04 mm.
• Tidak mempunyai sayap
• Tubuhnya gepeng dorsoventral
• Tidak mempunyai cerci
• Terdapat tarsi 1-2 ruas
II. Sisterm Reproduksi
Kutu ayam tidak termasuk ke dalam serangga yang hermaprodit (memiliki alat kelamin ganda). Sehingga serangga termasuk jenis serangga DIOECIUS (yang hanya memiliki 1 alat kelamin tiap individu). Kutu betina dapat menghasilkan 50-300 telur pada bulu dari hospes.
III. Peranan
V.1 Peranan Terhadap Manusia
Kutu ayam sangat merugikan bagi manusia. Terutama para peternak ayam. Karena ayam yang terserang oleh kutu biasanya mengalami penurunan produksi telur sekitar 10%, bahkan bisa mencapai 20%. Penurunan produksi telur tersebut akan mempengaruhi kuantitas telur ayam yang akan dijual dan tentunya penghasilan yang didapat oleh para peternak ayam pun akan mengalami penurunan.
V.2 Peranan Terhadap Kesehatan
Spesies ini sebenarnya tidak berpengaruh langsung pada kesehatan masyarakat, namun dapat mempengaruhi kesehatan ayam. Membaut hewanini menjadi kurus, jumlah telur menurun, mati karena penyakit unggas yang banyak ragamnya, sehingga produktivitas juga ikut menurun.
VI. Pengendalian
Pengendalian terhadap kutu ayam membutuhkan pemberian insektisida, dan dianjurkan yang tidak bersifat racun baik bagi ayam maupun bagi manusia. Obat-obatan insektisida yang digunakan harus sanggup membunuh serangga berbagai spesies, tanpa menimbulkan resisten. Pengobatan biasanya dilakukan dengan interval 7-10 hari dan biasanya obat yang diberikan hanya efektif untuk kutu dewasa dan muda. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pengobatan ulang diperlukan untuk mengatasi kutu yang baru berkembang setelah pengobatan yang pertama. Pengobatan dengan insektisida akan lebih efektif jika infestasi kutu masih ringan dan hanya menyerang sejumlah kecil ayam dalam suatu populasi tertentu.
Selain itu dengan menggunakan insektisida, sanitasi yang ketat pada kandang ayam perlu dilakukan untuk menghilangkan bulu atau bahan lain yang menjadi sumber kutu. Pengamatan terhadap adanya kutu pada ayam perlu dilakukan secara periodik untuk mencegah agar kutu tidak meluas pada seluruh ayam dalam kandang.
Penanggulangan kutu ayam sebagai ektoparasit dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. Menggunakan Caumaphos 0,25% sebanyak 0,8-1 galon untuk 100 ekor ayam, dengan cara semprotan.
2. Menggunakan Carbaryl dengan dosis 6,25 gr yang dilarutkan dalam 3 liter air untuk 33 ekor ayam, dan cukup efektif dengan cara dipping atau pencelupan/ memandikan ayam.
3. Menggunakan Malathion, dengan dosis serbuk malathion 4-5% satu pound tiap satu ekor ayam. Jika dalam semprotan memerlukan dosis 0,5% untuk satu galon air untuk satu ekor ayam.
4. Untuk mengatasi kutu ayam yang menempel di sisik-sisik kaki, rendam kakai dengan minyak tanah.
5. Cat tempat bertengger dan dinding kandang dengan carboleneum atau minyak anthresene.
6. Cara tradisional dengan air larutan tembakau yang dioleskan pada tempat kutu-kutu.
7. Olesi bulu atau tempat yang menjadi sarang kutu dengan nicotin sulfa.
Pembuatan Chlorinase
Tujuan: Untuk membunuh bakteri dalam sumur
Alat: DOP pipa, pipa PVC diameter 4 cm, beaker Glass, gergaji besi, kawat kassa
Bahan: - sampel air
- kaporit
- pasir
Cara Kerja:
- Potong pipa sepangjang 20 cm.
- Beri tanda 5 cm dari kira ,lalu 5 cm dari kanan.
- Buat lubang di tengah bagian yang 5 cm tadi (kiri dan kanan).
- Pasang DOP di bagian bawahnya.
- Masukkan bahan pasir hingga setinggi 5 cm. sesuai yang telah di tandai tadi.
- Lalu masukkan bahan pasir+kaporit dengan perbandingan = 2:1.
- Kemudian masukkan kembali pasir hingga setinggi 5 cm (sisa tinggi pipa).
- Cobalah dalam air sampel.
- tunggu hingga 10 menit dan ukur keasamannya.
Sengsara Membawa Pengiritan
Hari ini gw ga kuliah, gara-gara sakit soalnya kemaren gw pulang sore banget, udah gitu di jalanan gw puyeng banget sampe rasanya mo pingsan.
Mana di jalan di turunin lagi sama supir angkot 06 (taman mangu-mayestik).
Jadilah gw jalan kaki. ada sekitar 400 meter lebih gw jalan kaki. dari deket kuburan sampe ngelewatin rel kereka api deket pasar bintaro. Capekk sihh.. capek banget malahh.. mana abis tipess juga.. ootomatiss tambah ga enak badan gw sampe rumah.
Tapi di balik itu semua ada hikmahnya lhoo.. gw jadi ga perlu bayar angkot penuh. Gw cuma bayar angkot separonya ajaa.. cuma 2000. Makasih ya abang angkott.. udah nurunin gw di jalann.. Badan gw jadi tepar. tapi ongkos gw lumayann pengiritan.
Tapi kalo tiap hari kayak beginiii??
Gaswatt jugaa.. bisa bisa bengkak betis gw..
hahaa.. .
Mana di jalan di turunin lagi sama supir angkot 06 (taman mangu-mayestik).
Jadilah gw jalan kaki. ada sekitar 400 meter lebih gw jalan kaki. dari deket kuburan sampe ngelewatin rel kereka api deket pasar bintaro. Capekk sihh.. capek banget malahh.. mana abis tipess juga.. ootomatiss tambah ga enak badan gw sampe rumah.
Tapi di balik itu semua ada hikmahnya lhoo.. gw jadi ga perlu bayar angkot penuh. Gw cuma bayar angkot separonya ajaa.. cuma 2000. Makasih ya abang angkott.. udah nurunin gw di jalann.. Badan gw jadi tepar. tapi ongkos gw lumayann pengiritan.
Tapi kalo tiap hari kayak beginiii??
Gaswatt jugaa.. bisa bisa bengkak betis gw..
hahaa.. .
Langganan:
Postingan (Atom)